Di sini Nietzsche menyerang keyakinan para filsuf, yang mengaku mencari kebenaran tanpa berpihak. Ia bertanya dari mana gagasan kita tentang baik dan jahat berasal, dan membedakan moral tuan, yang merayakan kekuatan dan harga diri, dari moral budak, yang menjadikan kerendahan hati dan belas kasihan sebagai kebajikan.
Sebuah buku yang provokatif, yang mendorong kita bertanya mengapa kita memercayai apa yang kita percayai. Darinya lahir kalimat terkenal: “jika engkau lama menatap ke dalam jurang, jurang pun menatap ke dalam dirimu”.
Ditulis dalam potongan-potongan, sering kali sangat pendek, buku ini bisa dibaca aforisme demi aforisme, sesuai irama Anda, dalam bahasa yang sedang Anda pelajari.



















