Kumpulan kecil ini memuat prosa-prosa paling terkenal karya Zhu Ziqing. Dalam “Punggung”, seorang ayah yang canggung menyeberangi rel di sebuah stasiun untuk membelikan jeruk bagi putranya. Di tempat lain, sang pengarang berjalan-jalan pada malam hari di sekitar kolam teratai di bawah cahaya bulan, atau meluncur dengan perahu di Sungai Qinhuai, di Nanjing.
Dipelajari di semua sekolah di Tiongkok, tulisan-tulisan ini menjadikan sosok ayah yang terlihat dari belakang itu salah satu kenangan paling mengharukan dalam sastra Tiongkok.
Pendek, lembut, dan sangat merdu, tulisan-tulisan ini bisa dibaca satu per satu, sesuai irama Anda, dalam bahasa yang sedang Anda pelajari.



















