Pada tahun kesepuluh Perang Troya, Raja Agamemnon merampas dari Akhilleus tawanan perempuan yang menjadi haknya. Murka, pejuang terhebat bangsa Yunani itu mundur ke tendanya dan menolak bertempur. Tanpa dia, pasukan Yunani terdesak, dan Hektor dari Troya memimpin pasukannya sampai ke benteng yang melindungi kapal-kapal.
Puisi ini dibuka dengan “amarah” Akhilleus, dan seluruh kisah bermula dari situ. Inilah kisah besar pertama dalam sastra Eropa, dan beberapa adegannya, seperti perpisahan Hektor dengan istrinya, Andromakhe, masih menyentuh hati hingga kini.
Dengan terjemahan yang selalu ada di depan mata, Anda dapat membaca puisi agung ini dalam bahasa yang sedang Anda pelajari.



















