
Victor Hugo
Notre-Dame de Paris
EDISI RINGKAS
Paris, 1482: perempuan gipsi Esmeralda menari di pelataran katedral ketika kota merayakan Pesta Orang Bodoh. Quasimodo, pembunyi lonceng katedral yang cacat, dan Claude Frollo, arkidiakon yang membesarkannya, sama-sama terguncang olehnya. Di antara biara, Halaman Mukjizat, dan tiang hukuman, gadis itu menjadi taruhan hasrat yang tidak berani mengakui dirinya. Novel ini menelusuri fanatisme, kekerasan massa, keindahan dan keburukan, serta katedral sebagai ingatan batu sebuah zaman. Hugo menjadikan Paris abad pertengahan tokoh tersendiri, yang dibangun kembali jalan demi jalan.
Digital11.99 €
Cetak30.99 €






















