Lu Xun mengenang masa kecil dan masa mudanya: taman seratus tanaman tempat ia bermain, pengasuh tuanya dan buku tentang makhluk-makhluk aneh yang ia hadiahkan kepadanya, perayaan kuil yang hanya boleh ia tonton setelah menghafal pelajarannya. Lalu datang penyakit ayahnya, dan tahun-tahunnya sebagai mahasiswa di Jepang, bersama gurunya, Fujino.
Sepuluh kenangan manis sekaligus getir, tempat kita mengenal masa kecil penulis Tiongkok modern terbesar, dan Tiongkok masa lalu.
Buku pendek ini bisa dibaca kenangan demi kenangan dalam bahasa yang sedang Anda pelajari.



















